Kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang tidak sesuai dengan biaya produksi di hulu dianggap sebagai penyebab utama kelangkaan beras premium di ritel modern. Perusahaan yang bergerak di industri perkebunan dan pengolahan pangan, CELIOS, mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak kebijakan ini terhadap stok beras premium.

Menurut analisis CELIOS, perbedaan antara harga eceran beras premium dan biaya produksi di hulu menyebabkan kekurangan stok beras premium di pasar. Hal ini mengakibatkan keterbatasan pilihan bagi konsumen yang ingin membeli beras premium dengan harga yang kompetitif.

Ketergantungan pada HET sebagai acuan harga eceran beras premium dianggap tidak efektif dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan biaya produksi petani. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian kebijakan HET untuk memastikan bahwa harga eceran beras premium seimbang dengan biaya produksi di hulu.

Dengan demikian, CELIOS berharap kebijakan HET dapat disesuaikan untuk mengatasi kelangkaan beras premium dan memastikan bahwa konsumen dapat menikmati beras premium dengan harga yang kompetitif. Hal ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan keseimbangan pasar dan meningkatkan pendapatan petani beras premium.