Presiden Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal baru-baru ini mengkritik metode penentuan desil Badan Pusat Statistik (BPS) yang menurutnya tidak akurat. Kritik ini disampaikan dalam konteks pentingnya melakukan evaluasi terhadap klasifikasi kesejahteraan buruh.

Menurut Said Iqbal, klasifikasi kesejahteraan buruh yang digunakan oleh BPS perlu diperbarui agar lebih akurat. Ia berpendapat bahwa metode penentuan desil yang digunakan saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan informasi yang berkualitas tentang kondisi ekonomi dan sosial pekerja di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, BPS telah menggunakan metode penentuan desil untuk mengukur tingkat kesejahteraan buruh di Indonesia. Namun, metode ini telah ditikai karena dianggap tidak dapat mencerminkan kondisi nyata pekerja di lapangan.

Kritik Said Iqbal ini menunjukkan bahwa perlu adanya evaluasi dan perbaikan terhadap metode penentuan desil BPS. Hal ini dapat membantu meningkatkan akurasi data dan informasi yang diperoleh dari survei kesejahteraan buruh. Dengan demikian, pemerintah dan stakeholders lainnya dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam mengembangkan kebijakan ekonomi dan sosial yang lebih baik bagi pekerja di Indonesia.