Biaya produksi beras di Indonesia tergolong mahal, bahkan tiga kali lipat dibandingkan dengan negara tetangga Thailand. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, biaya produksi beras di Indonesia mencapai Rp 12.000 per kg. Hal ini tentu berdampak signifikan pada harga beras di pasar domestik.

Dengan biaya produksi yang tinggi, harga beras di Indonesia cenderung lebih mahal dibandingkan dengan negara lainnya. Thailand, misalnya, memiliki biaya produksi yang lebih rendah, sehingga harga beras di sana lebih kompetitif. Bahkan, Vietnam juga memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia.

Biaya produksi yang tinggi juga dapat mempengaruhi kemampuan ekspor beras Indonesia. Dengan harga yang lebih mahal, beras Indonesia cenderung kurang kompetitif di pasar internasional. Hal ini tentu dapat berdampak pada volume ekspor dan pendapatan negara dari sektor beras.

Dalam beberapa tahun terakhir, harga beras di Indonesia telah mengalami fluktuasi yang signifikan. Kenaikan harga beras di beberapa kali telah memicu kekhawatiran masyarakat, terutama kalangan konsumen yang bergantung pada beras sebagai sumber karbohidrat utama. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperhatikan biaya produksi beras dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi biaya produksi agar harga beras di pasar domestik lebih stabil dan kompetitif.