Lampung dikenal sebagai provinsi di Sumatera yang memiliki potensi besar dalam bidang ekonomi. Namun, tidak semua aspek ekonomi Lampung berkembang dengan baik. Salah satu contoh adalah literasi keuangan masyarakat Lampung.
Menurut data terbaru, indeks literasi keuangan Lampung mencapai 72,3%. Angka ini memang masih jauh dari 100%, tetapi jauh lebih baik daripada nasional yang hanya 69,6%. Artinya, masyarakat Lampung lebih baik dalam memahami dan mengelola keuangan mereka.
Namun, tidak semua kabar baik. Meskipun literasi keuangan Lampung meningkat, inklusif keuangan masih sangat rendah. Dengan hanya 90,9%, Lampung masih kalah jauh dengan nasional yang mencapai 93,6%. Inklusif keuangan menunjukkan seberapa besar masyarakat yang memiliki akses ke produk keuangan seperti tabungan, kredit, dan asuransi.
Keadaan ini menunjukkan bahwa Lampung masih perlu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan mereka. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah dan lembaga keuangan perlu berperan lebih aktif dalam meningkatkan akses ke produk keuangan yang lebih baik.
Dengan demikian, Lampung dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan mereka dan meningkatkan inklusif keuangan. Hal ini juga dapat meningkatkan ekonomi Lampung secara keseluruhan.




