Pada masa Depresi Besar, kebijakan fiskal dan moneter di Amerika Serikat dipandang sebagai dua hal yang berbeda dan seringkali menimbulkan konflik. Namun, seiring waktu, para ekonom mulai menyadari pentingnya sinergi antara kedua kebijakan ini dalam mencapai stabilitas ekonomi.
Dalam konteks Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter semakin kuat, terutama setelah Destry Damayanti menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Purbaya yakin bahwa sinergi ini akan membantu meningkatkan stabilitas ekonomi dan mempromosikan pertumbuhan yang seimbang.
Dengan sinergi yang lebih erat, BI dan Kementerian Keuangan dapat bekerja sama lebih efektif dalam mengelola inflasi, memantau kinerja ekonomi, dan mengambil kebijakan yang tepat untuk menghadapi tantangan-tantangan ekonomi. Hal ini juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi masih ada tantangan yang perlu dihadapi, seperti inflasi yang tinggi dan kemiskinan yang luas. Dengan sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah Indonesia dapat mengambil kebijakan yang lebih efektif untuk menghadapi tantangan-tantangan ini dan mencapai stabilitas ekonomi yang lebih baik.
Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa sinergi fiskal dan moneter akan membantu meningkatkan kinerja ekonomi Indonesia dan mempromosikan pertumbuhan yang seimbang. Dengan kerja sama yang lebih erat antara BI dan Kementerian Keuangan, Indonesia dapat mencapai stabilitas ekonomi yang lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.




